Payah

Dalam sepi angin lebih ganas
sementara jam dinding enggan bergegas
Gerak-gerikku menjadi de javu
O2 dari tumbuhan kering kesakitan
memaksaku kebangkitan

Sudut-sudut ruangan menjadi favorit
raungan musik ‘andilau’ menyesaki dada
masih tak cukup
masih meruah celah melorong
kulit mengisut, mata keriput

Gerbang-gerbang dan pintu sudah terbuka
Isroil masih marah padaku
sampai aku lelah menyerah
payah. Payah membawa darah
Hatiku tinggal sebelah
Berisi setengah asa menggantung sukma

Sifasa, 2012

Kritik dan Saran yang membangun ^_^!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: