Asmaradana

Asmaradana
Karya Goenawan Mohamad

Ia dengar kepak sayap kalelawar dan guyur sisa

Hujan dari daun

Karena angin pada kemuning, ia dengar resah kuda

Serta langkah

Yang jauh. Tapi di antara mereka berdua, tidak ada

yang berkata-kata

Lalu ia ucapkan perpisahan itu, kematian itu, ia

Melihat peta,

Nasib, perjalanan dan sebuah peperangan yang tak

Disebutkan

Lalu ia tahu perempuan itu tak akan menangis

Sebab bila esok

Pagi pada rumput halaman ada tapak yang menjauh

Ke utara

Ia tak akan mencatat yang telah lewat dan yang

Akan tiba,

Karena ia tak berani lagi

Anjasmara, adikku, tinggallah, seperti dulu

Bulan pun lamban dalam anginya, abai dalam waktu

Lewat remang dan kunang-kunang, kaulupakan

Wajahku

Kulupakan wajahmu

1992

Kritik dan Saran yang membangun ^_^!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: