Sinopsis Novel Jangan Ambil Nyawaku Karya Titie Said

Identitas Buku

Judul Buku : Jangan Ambil Nyawaku
Nama pengarang : Titie Said
Penerbit : Balai Pustaka
Jumlah Halaman : 325 halaman

Sinopsis Novel
Nina, biasa dipangil Non oleh semua orang. Ia adalah ibu dari tiga orang anak dan sedang mengandung satu janin lagi. suaminya bernama Hamzah, namun lebih akrab disapa Hans.suami istri itu sangat menantikan kehadiran buah hatinya yang keempat. Namun sayang sekali harapan mereka kandas begitu saja karena Nina menglami keguguran ketika sedang bermain-main dengan Nino, anak bungsu mereka. Semenjak kejadian itu, Nina sering melihat bercak darah di celana dalamnya, dan ia sangat bingung dengan hal itu. Karena penasarannya ia memeriksakan diri ke dokter, dan ternyata baru ia ketahui bahwa dirinya positif mengidap Kanker. Ia takut sekali dengan penyakitnya sehingga ia berupaya keras untuk kesembuhannya. Dengan dukungan Sang suami pula, Non mau diopersi dan diinjeksi meskipun hal itu sangat menyakitkan. Selang berapa waktu, ia dipebolehkan pulang. Namun tak lama berada di rumah, ia merasakan sakit di bagian paru-paru. Merasa tidak tahan, ia kembali memeriksakan diri ke dokter, dan ternyata kanker yang dideritanya sudah sampai ke paru-paru. Non tetap bersemangat memerangi penyakitnya, dan ia berhasil memperpanjang usianya walaupun rambutnya harus habis akibat ia menjalani kemoterapi yang juga luar biasa sakitnya.
Suatu hari di tengah derita dan bahagia bersama kankernya, Non bertemu sahabat lamanya: Hilda. Tak ubahnya dengan Non, rupanya ia juga tengah menderita kanker. Namun bedanya dengan Nina, Hilda lebih sering putus asa ketika menghadapi kanker tersebut, ia lebih memilih mati saja. Dan akhirnya Hilda pun harus berpulang kepada Allah ketika berobat ke Vietnam. Kejadian itu membuat Non merasa sangat bersedih, dan ia hanpir menyerah seperti Hilda. Namun Hans mampu mengobarkan kembali semangat hidup Nina.
Penderitaan Nina kian bertambah, ia merasa sakit di bagian perutnya dan merasa bahwa ususnnya tidak berfungsi lagi. Ia bertambah terkejut ketika dokter mengatakan bahwa kankernya sudah sampai pada usus, dan ia harus melakukan operasi pemotongan usus sepanjang satu jengkal agar kanker dalam tubuhnya terangkat. Karena pemotongan usus terssebut ia harus merasakan sakit yang luar biasa ketika buang air besar, ia harus makan bubur yang sangat halus dan rasanya tidak enak. Penderitaan yang bertambah-tambah itu akhirnya membuat Nina patah semangat, hingga ia ingin mati saja daripada hidup dalam penderitan seperti itu. Namun, kecintaan Nina yang luar biasa kepada Sang buah hati, ditambah dengan kesetiaan Hans sebagai suami membuat hati Nina luluh dan bersemangat kembali melawan kanker ditubuhnya hingga sekali lagi ia mampu bertahan hidup lebih lama dari yang seharusnya divoniskan oleh dokter.
3. Komentar:
Novel tersebut memberikan gambaran kepada pembaca bahwa takdir Allah benar ada yang bersifat muallaq, yaitu dapat diubah. Di situ ditunjukkan bahwa Nina, seorang yang menderita kanker sangat parah dan divonis oleh dokter usianya tidak lama lagi masih mampu mempertahankan nyawanya dengan kegigihannya berobat. Ia mempunyai usia lebih panjang dari yang diramalkan oleh dokter berkat ikhtiarnya. Tidak ada perjuangan yang sia-sia.

3 Komentar (+add yours?)

  1. Anonim
    Nov 15, 2012 @ 19:14:41

    bagus kok sipp deh

    Balas

  2. Anonim
    Feb 06, 2014 @ 09:05:25

    y

    Balas

Kritik dan Saran yang membangun ^_^!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: