Sinopsis Novel Zalzalah Karya Mashdar Zaenal

Identitas Buku
Judul Buku : Zalzalah: Biarkan Cinta Sampai pada Akhirnya
Nama pengarang : Mashdar Zaenal
Penerbit : Semesta
Kota Terbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : 2009
Jumlah Halaman : 325 halaman
Ukuran : 14 X 20,5 cm
ISBN : 979-25-7412-3

Sinopsis
Seorang gadis jelita bernama Milati, ia yatim piatu dan neneknya menitipkannya di panti asuhan yang sekaligus pesantren anak. Ia dengan sahabatnya, Syaqib menjadi anak emas Bu Nyai. Mereka sering diminta berbelanja berdua untuk keperluan panti dan pesantren. Mereka pernah disangka memiliki hubungan spesial, namun keduanya menolak hal itu.
Suatu hari putra Bu Nyai satu-satunya yang mengambil S2 di Yaman pulang ke Jombang, Indonesia. Bu Nyai sangat gembira dan mempersiapkan semuanya dengan baik. Sementara itu, Milati sangat berdebar-debar menunggu kedatangan Misas di bandara walaupun mereka belum pernah saling dekat. Terakhir Milati bertemu dengan Misas ialah saat Misas kelas dua aliyah dan selama tujuh tahun berikutnya mereka tak pernah bertemu kembali. Saat kedua pandangan mereka bertemu, mereka saling merasa ada sesuatu yang lebih. Love at the first sight. Kedekatan mereka bertambah ketika Misas menolong Milati dari kejaran preman pasar dengan cara membelikan baju Milati untuk menyamar mengelabuhi si preman. Kemudian Misas juga membelikakan Milati handphone pada hari ulang tahunnya atas nama Bu Nyai. Semenjak itu, mereka sering berkomunikasi hingga Misas mengungkapkan perasaannya pada Milati. Milati mengiyakannya. Namun mereka belum berani menceritakan hubungan itu pada Bu Nyai.
Hati Milati dan Misas hancur saat mereka mengetahui bahwa Misas dijodohkan dengan Hurin, Putra sahabat ayah Misas yang juga seorang Kiyai ternama di Pare. Hurin adalah seorang gadis buta yang hafal Al-Quran. Misas sempat mempertahankan hubungannya dengan Milati, ia ceritakan semuanya pada Bu Nyai, namun Milati melakukan pengakuan lain, ia mengaku mencintai Syaqib agar perjodohan itu tetap berlangsung. Milati tau kalau perjodohan itu dibatalkan maka Bu Nyai akan mendapat cela dan pesantrennya juga akan terancam. Pernikahan Misas dengan Hurin pun terjadi.
Misas tidak tahan harus tinggal satu lingkungan dengan wanita yang ia cintai namun tidak ia miliki, ia memutuskan untuk tinggal di rumah kakak Hurin yang sudah tidak dipakai lagi. Awalnya semua baik-baik saja, namun ketidaksempurnaan Hurin menuntut untuk adanya seorang pembantu di rumah itu. Bu Nyai kemudian menyuruh Milati untuk menemani keluarga Misas. Mereka tingal seatap namun tak saling memiliki. Untuk mengalihkan sakit hati, Milati selalu mencari kesibukan menulis sampai akhirnya ia mampu membuat sebuah novel yang berjudul ‘Biarkan Cinta Sampai pada Akhirnya’. Novel itu menceritakan kehidupan cintanya yang sudah ia rombak sedikit-sedikit. Misas merasa cemburu saat Milati sering mendapat tamu laki-laki yang sebenarnya itu rekan menulisnya.
Kecemburuan Misas memuncak ketika Milati dilamar oleh salah seorang temannya. Meskipun lamaran itu ditolak oleh Milati, Misas tetap cemburu dan mengajak Milati berbicara panjang lebar tentang cinta mereka. Tanpa mreka sadari, nostalgia itu didengar oleh Hurin yang sedang hamil muda. Hurin langsung minta dipulangkan pada orang tuanya. Selang beberapa hari, giliran Milati yang meninggalkan Misas. Ia kembali ke Jogjakarta dan meminta misas menjemput Hurin. Setelah Misas tinggal seorang diri, ia mengintrospeksi diri dan kemudian ia menuruti permintaan Milati untuk menjemput Hurin. Rumah tangga mereka menjadi lebih baik denagn sedikit cinta yang semakin hari semakin tumbuh dihati Misas. Misas melakukan itu untuk Milati.
Misas sangat terkejut ketika ia membaca Koran yang memberitakan gempa bumi di Jogjakarta karena itu tempat tinggal kekesihnya. Misas mengabarkan itu pada Hurin dan keduanya langsung menuju tempat kejadian perkara. Milati terluka sangat parah saat Misas menemukannya, ia minta bertemu dengan Hurin dan Misas menuruti itu. Setibanya Hurin pada Milati, Milati langsung berpesan banyak hal pada keduanya agar keduanya saling mencintai. Ia juga berpesan, jika ia meninggal, ia hendak mendonorkan matanya untuk Hurin. Pesan itu sekaligus menjadi pesan terakhir Milati. Sepeninggalan Milati, Misas mampu menemukan kekasihnya itu pada mata isterinya, dan Misas bisa mencintai Hurin dengan tulus.

Komentar
Novel tersebut mengkisahkan keadaan bahwa cinta tak harus memiliki dan kepentingan orang banyak jauh lebih penting dari ego pribadi. Milati melakukan semua itu demi pesantren dan Bu Nyai yang selama ini mendewasakannya. Milati merasa Hurin bukanlah wanita yang buruk untuk Misas, sehingga ia rela melepas Misas untuk Hurin, bahkan memberikan matanya untuk gadis buta itu. Penulis sangat pandai menggabungkan realita kehidupan seperti peristiwa gempa di Jogja dengan imajinasinya untuk novel. Novel tersebut cocok dikaji dengan kritik mimetik.

Kritik dan Saran yang membangun ^_^!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: