Cinta Selluler

“I love you.”
“Aku masih sayang banget sama kamu.”
Masih jelas dalam ingatanku, tadi malamm mereka mmembesitkan kata cinta itu ke HP-ku. Aku memang sengaja mempertemukan mereka. Tapi bukan ini yang aku inginkan, meskipun aku juga gembira dengan ini.
Galau.
Aku udah gak punya perasaan sama kamu, tapi aku juga gak mungkin memilih dia karena seorang gadis telah berstatus dengannya. Seandainya Hema menyatakan perasaannya ketika kita masih duduk di kelas satu sma dulu, mungkin ceritanya akan berbeda dengan sekarang. Aku masih menyimpan perasaan yang dulu sempat digosipkan oleh teman-teman tentang kita, meski sedikit berkurang karena aku sempat jadian dengan Bagas. Semenjak tadi malam, Hema lebih serius ketika bertukar message denganku dan aku jadi kikuk menanggapinya. Aku pun mengaku kalau dulu memang punya perasaan yang sama dengannya, dia sangat menyesali waktu yang bergerak terlalu cepat dan membuatnya melewatkan kesempatan untuk menyatakan perasaan padaku dulu. Posisiku serba salah, jika aku menanggapinya positif maka aku akan menghancurkan hati seorang gadis di seberang perlintasan perasaanku dan Hema, tapi jika aku memberi tanggapan negatif, aku harus kehilangan Hema untuk yang kesekian kali. Hema adalah laki-laki yang nyaman diajak bicara, dia tau caranya membuatku tertawa dengan banyolannya, meski kadang aku tidak suka kala ia terlalu akrab dengan wanita lain, mungkin itu dorongan kecemburuan hatiku, aku tetap suka padanya. Yang bisa kulakukan sekarang adalah menasihatinya agar tetap menjaga perasaannya pada Ine, pacarnya. Hidup ini memang tidak bisa kita setir karena sudah diatur. Semakin hari semakin ada-ada saja masalah dalamm hubungan Hema dengan Ine. Mulai dari Hema merasa risih karena dibilang tidak care pada Ine, sampai dia selalu cerita padaku bahwa Ine selingkuh. Hema sempat mutusin Ine, tapi Ine tak bisa lepas dari Hema sampai dia memohon-mohon dan bedrjanji apa pun untuknya. Aku tak tega mendengar jerit hubungan mereka, aku merasa bersalah atas masalah yang menimpa mereka. Lalu aku dan Hema sepakat tidak saling berkomunikasi untuk beberapa waktu meski dengan berat hati. Banyak hal yang sebenarnya ingin aku ceriitakan padanya tapi tak bisa, dan aku linlung tanpa kabar darinya. Cinta, cinta memang selalu membuat manusia berada pada posisi yang serba salah, dipaksain gak punya jiwa sosial, kalau ditahan, ujung-ujungnya jadi jerawat deh. Hemh.
***
“Aku balikan dengan Bagas, Ma.” sms pertamaku setelah kediaman kami sekaligus menjadi kabar yang mengejutkannya. Dia hanya mengirim layar kosong padaku. Aku tau dia hancur, tapi semua tak seperti bayangannya.
Akhir-akhir ini Bagas juga sering sms aku. Dia mengeluarkan sejuta jurus gombal terampuhnya yang dulu pernah menjebol hatiku. Kami sempat jadian selama tiga bulan, dari waktu yang singkat itu aku mengenal Bagas. Dia over protective dan tempramental, ujung-ujungnya kita putus setelah dia sempat menggantungkan aku juga. Sekarang dia datang lagi dan mengemis cinta. Dia berjanji akan mengubah sikapnya jika aku memberinya kesempatan kedua, dia juga berjanji siap menerimaku apa adanya. Aku aman dan berhasil menolak semua rayuannya hingga tiba hari pengumuman SNMPTN itu. Kabar baik datang padaku sementara Bagas kembali menerima kabar bahwa ia gagal untuk kedua kalinya. Sebelum pengumuman itu Bagas bilang kepadakku bahwa dia hanya minta dua hal pada Tuhan, yaitu mendapat kursi di PTN dan mendapat tempat di ruang hatiku. Setelah pengumuman itu tiba aku tak bisa berkutik untuk menolaknya, aku bukan orang yang terlalu tega menyiksa perasaan orang lain. Seperti tebakan semua orang, akhirnya aku menerimanya kembali mengisi hari-hariku. Selain aku tak tega membiarkan Bagas kecewa kembali, bagiku balikan dengan Bagas adalah satu-satunya cara untuk membebaskan hatiku dari Hema. Sulit menghapus bayangnya sehingga aku butuh orang lain untuk membantuku. Hema, kau tetap yang terbaik. Hema kurasa semakin baik hubungannya dengan Ine, dan aku, betapa susahnya menjalani LDR dengan Bagas. Dia tetap dia. Hubungan jarak jauh selalu terbentur dengan pulsa, sangat menyebalkan.

Kritik dan Saran yang membangun ^_^!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: