Selesai

Sifasa terluka, semua rencananya gagal dan ia tidak mendapatkan apa-apa. Dia memang putus hari ini, tapi hanya lewat pesan singkat yang diantar oleh GSM di hanphone-nya. Sebenarnya semua sudah cukup terungkap, tapi laki-laki itu tetap saja pandai memutar-balikkan fakta. Akhirnya sifa dipojokkan lagi oleh rasa bersalah—itu juga yang dulu Nino lakukan. Huuuuuft, yang namanya wanita tetap saja air mata sebagai senjata utamanya, Sifa kembali membuka bendungan air mata ketika Nino mengatakan sifa tak ada rasa sayang pada Nino selama mereka berpacaran. Yah, kessetiaan dan perhatian selama ini ternyata terabaikan. Padahal dalam hidup Sifa, dia tak lupa memasukkan Nino dalam doa, memperhatikan Nino meski kadang diabaikan, dan selalu tanggap pada masalah yang dibutuhkan Nino. Dalam waktu dekat ini Nino memang akan menghadapi sebuah ujian yang ikut menentukan masa depannya, dan di situlah selama ini posisi sifa. Sifa tak lengah sedikit pun dalam urusan itu. Tapi tanggapan Nino sangat berbeda dan masih bisa mengatakan Sifa tak sayang, hanya Nino yang selalu menyayangi Sifa.—apakah benar begitu? Nonsen. Kali ini rasa bersalah itu tak sanggup melebihi kenyataan yang telah diketahui sifa. Sifa memang tersentuh dan sempat menitikkan air mata duka, tapi dia tidak hanyut dalam rasa bersalahnya. Ia bisa berdiri dalam cinta, standing in love.

Sifa bisa memaafkan kesalah Nino selama ini, kebohongan, dan cuek darinya. Tapi, wanita mana yang bisa diduakan setelah ia setia selama ini. Pasti tidak satu pun, termasuk juga dengan Sifa. Dan kalau dipikir ulang, sampai kapan sifa harus menerima kebohongan yang hanya dihapus oleh kata ‘maaf’, tidak ada perbaikan sikap sedikit pun. “Nino, mana janji-janjimu selama ini? Semua terlalu manis untuk menjadi luka dalam dan perih seperti saat ini”, jerit Sifa dalam hati. Ya, andai racun menghentikan lara hatinya dan pisau mampu memutus penderitaannya pasti ia memilih itu. Namun semua tak semudah itu, bahkkan menambah rumit masalahnya.

Akhirnya, Bagi Sifa, kehidupannya tak terhenti hanya pada seseorang, tak mati hanya karena sebuah luka, dan tak hancur oleh nikmat hari ini. Life must go on!

Kritik dan Saran yang membangun ^_^!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: