Matahari

Aku tersentak kala mentari mendekat sampai di hatiku

Panas, dan panasnya hingga tak dapat kurasai lagi

Aku mencoba mengeluh tapi tak bisa

Aku pun  diam

Kini kurasakan nikmat mencermin surga

bukan panas menyengat

Tidak pula membakar kulitku

terlebih rasa haus

Matahari membuatku lebih hangat

Matahari membuatku bisa melihat dunia

Matahari membias warnai hari

Menjelma seperti tujuh bidadari

Kau anugerahku yang terindah

Kau gugah semangtaku

Kau bawaku pada mimpi-mimpiku

Dan hanya kau yang indah dihatiku

Karena telah menyatu di hatiku

Terang jiwaku olehmu, wahai matahariku

‘Sifasa’

Kritik dan Saran yang membangun ^_^!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: