Sinopsis Novel Saman Karya Ayu Utami

Indentitas Buku

1. Judul Buku: Saman

2. Nama Pengarang: Ayu Utami

3. Penerbit: Gramedia

4. Kota Terbit: Jakarta

5. Tahun Terbit: 2002

6. Jumlah Halaman: ix + 198 halaman

7. Ukuran: 14,5 X 20 cm

8. ISBN: 979-9023-17-3

Sinopsis

Saman, mepunyai nama asli Athanasius Wisanggeni. Wis, begitulah ia biasa dipanggil. Wis yang beragama Katolik itu, mengabdikan dirinya sebagai Pastor. Ia ingin ditugaskan uktuk keagamaan di Perabumulih, daerah masa kecilnya yang menyimpan banyak misteri. Namun, ia tidak diizinkan hanya boleh berlibur saja ke sana. Wisanggeni ditugaskan sebagai Pator paroki Parid yang melayani kota kecil Perabumulih dan Karang Endah, wilayah keuskupan Palembang. Sebelum sampai pada tempat tugasnya, ia menyempatkan diri ke bekas rumahnya 10 tahun silam. Setelah beberapa kali ke rumah itu, dan akrab dengan sang pemilik rumah, ia mendapat kepercayaan untuk tinggal di situ selama pemiliknya ke Jakarta untuk melahirkan.

Ketika tinggal di rumah itu, Wis kembali bisa merasakan hawa-hawa aneh seprti masa kecilnya. Ia juga bisa mendengar suara adik-adiknya serta bercakap-cakap dengan bahasa masing-masing. Tiba-tiba Wis mendengar suara minta gadis tolong dan iapun berlari ke sumber suara sampai di sebuah sumur di tengah hutan. Setelah itu Wis berteriak minta tolong pada warga sekitar. Dan setelah warga berdatangan,ternyata tak seorangpun berani masuk menolong si gadis. Wis memeranikan diri melakukan itu. Ia dan gadis itu selamat. Gadis itu bernama Upi. Ia adalah manusia yang keejiwaanya terganggu dan tidak mengerti bahasa manusia. Ketika Wis mengembalikan Upi kepada orang tuanya, baru ia ketahui bahwa Upi diasingkan oleh ibunya di rumah pemasungan yang sangat kecil, tidak lebih dari baik dari kandang kambing. Merasa tidak tega, dan sedikit demi sedikit muncul rasa sayang dihatinya, Wis membuatkan rumah pasung baru untuk Upi yang lebih besar dan nyaman. Tidak hanya itu yang ia lakukan. Melihat keadaan perkebunan di sana ia merasa prihatin. Ia jug takut jika mereka pindah dari situ Upi tidak akan mendapat rumah yang lebih baik dari sekarang. Kemudian dengan izin dari Uskup untuk berkarya di perkebunan, Wis membuat tempat engolahan karet sederhana untuk wilayah Lubukrantau itu dan membuat pembangkit listrik.

Suatu ketika, kerusuhan terjadi. Pembangkit listrik buatan Wis dirusak orang. Dan ternyata orang tersebut adalah orang suruhan perusahaan kelapa sawit yang ingin membeli lahn perkebunan karet. Dan hanya Wis beserta keluarga Upi sangat kokoh untuk idak menjual lahan mereka. Para pembeli itu merasa geram, mereka mengumpulkan perempuan dan anak kecil dalam surau kemudian membakar seluruh rumah warga dan menculik Wis penjara pengasingan. Di situ Wis disiksa habis-habisan dan dipaksa mengakui apa yang tidak ia lakukan. Ia terpasa mengarang cerita untuk mengurangi penyiksaan bahwa ia adalah komunis yang hendak mengjristenkan para petani Lubukrantau, membuat Sorga di bumi dan ingin mengganti presiden. Ia terus melakukan itu sampai suatu hari, tempat penyekapannya itu terbakar. Ia merasa terjebak oleh api, namun setelah mendengar suara-suara masa kecilnya, tanpa ia ketahui caranya, ia selamat dari lahapan api itu. Ia dibawa ke rumah sakit dan emudian dirawat oleh suster-suster gereja di kediaman mereka. Ia mengaanti kartu identitasnya sampai peristiwa itu selesai di pengadilan dua tahun kemudian. Ia memilih nama Saman tanpa alasan khusus.

Dlam kehidupannya, Saman juga pernah terlibat dengan kehidupan empat orang gadis yang saling bersahabat. Shakuntala, sseseorang yang membenci ayahnya. Yasmin, seseorang yang membenci guru dan Laila yang membenci laki-laki. Sementara, Cok tidak bisa menemukan apa yang harus ia benci. Kebencian Laila pada laki-laki lenyap ketika ia jatuh cinta pertama kali pada Wisanggeni yang kala itu sebagai mahasiswa seminari yang ditugaskan membimbing rekoleksi tentang kesadaran sosial di SMP mereka. Sayangnya, keluarga Minang Laila itu melihat purinya bergaul dengan calon Pastor. Dan Yasmin yang Katolik juga tidak menyetujui itu. Namun, Yasmin pula yang sering membantu pertemuan Laila dengan Wis atas dasar peersahabatan.

Semakin berjalannya waktu, semuanya tengah berubah. Laila tidak lagi mencintai Wisanggeni yang sudah mengganti nama menjadi Saman. Kali ini ia mencintai Sihar, seseorang yang sudah beristri. Laila paling kuat mempertahankan keperawanannya dibanding ketiga sahabatnya. Dia juga satu-satunya yang belum menikah.

Posisi Saman di Indonesia sudah tidak aman lagi setelah kejadian di Medan. Persahabatan itu juga yang kemudian menyelamatkan Saman. Ia dikirim ke New York oleh Yasmin dan Cok. Dari kejadian itu dan kejadian sebelum keberangkatan Saman, akhirnya mereka sering berkomunikasi lewat dunia maya. Saman sangat dekat dengan Yasmin, didukung dengan kesamaan kepercayaan mereka dan Yasmin pula orang pertama yang menenggalkan jejekanya Pastor Saman. Di akhir cerita, Yasmin berselingkuh dengan Saman.

Komentar

Novel saman karya Ayu Utami memang pantas memenangkan Sayembara Roman Dewan Kesenian tahun 1998 jika dikaji dengan kritik ekspresif. Tidak dapatdipungkiri bahwa imajinasi Ayu dalam pembuatan novel tersebut sangat luar biasa. Ia menggabungkan dua dunia yang sangat kontras. Yaitu dunia modern yang dekat dengan pergaulan bebas dan tidak percaya tahayul, dengan dunia mistis yang sarat dengan makhluk halus, bahkan makhluk halus yang mampu berkomunikasi dan menolong manusia. Kejadian yang sangat mustahil dipercayai oleh orang-orang modern, namun Ayu berani mamadukan itu. Ia juga mengangkat mengangkat cerita dua agama, yaitu Islam dan Katolik. Laila yang tetap rajin sholat dimanapun ia berada dan wisanggeni yang seorang Pastor. Di tempat Upi Pastor katolik menolong orang-orang Katolik, bahkan ia juga mersa senang berada di surau. Selain itu, ekstrim sekali ketika digambarkan  bahwa seorang Pastor tidak percaya lagi dengan Tuhan, dan ia juga melakukan zina dengan istri orang. Sangat berani. Namun, itu juga yang menjadi kelemahan buku. Ayu terlalu berani menggambarkan seks. Setiap bagian cerita tidak pernah lepas dari seks, setiap pemain juga digambarkan mmelakukan seks dengan cara masing-masing. Bahkan ia juga menggambarkan kisah Adamdan Hawa dalam bentuk seks. Selain itu, kelemahan buku ini ialah alurnya yang bolak-balik membuat pembaca bingung mengikuti kelanjutan kisahnya. Pembaca harus berpikir berulanng-ulang untuk memehami kelanjutan cerita Saman dan rutin melihat tahun kejadiannya.

About these ads

1 Komentar (+add yours?)

  1. Byrru n0bellia
    Jul 15, 2014 @ 14:37:57

    Takjub karna ayu utami, mendapatkan n0bel.

    Balas

Kritik dan Saran yang membangun ^_^!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 339 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: